Mang Nata :
Kebaikan itu sangatlah merindukan, karena disana ada keakraban, ada energi positif, saling memaklumi kekurangan. Pada akhirnya sangat menyenangkan berlama lama.
Bi Ristha :
Kalau sudah saling mengenal sepertinya bisa begitu ya Mang Nata. Artinya bisa memaklumi kekurangan, dimana sudah kepastian bahwa setiap orang itu disamping ada kelebihan tapi pasti ada kekurangannya.
Mang Nata :
Iya bisa begitu juga Bi, ini adalah sebuah faedah dari kemampuan membaca sebuah kekurangan. Baik kekurangan diri sendiri atau pun kekurangan orang lain.
Bi Ristha :
Kemampuan membaca kekurangan diri sendiri akan berdampak kepada pemahaman yang bijak kepada kekurangan orang lain.
Mang Nata :
Setuju Bibi, jadi seperti itulah kita akan terus belajar setiap waktu, bukan hanya mengoreksi kekurangan orang lain. Tetapi terlebih dahulu mengoreksi kekurangan diri sendiri.
Bi Ristha :
Siap Mang Nata insyaa Allah kita akan selalu berlama lama dalam hubungan kebaikan. Karena itu sangat dirindukan. Seperti kue rindu tiramisu ya Mang Nata.
Mang Nata :
Bisa aja Bibimah, ya seperti anak anak, walau kadang kita dibuat sedih jika ada nasehat yang diabaikan. Tetapi saat mereka ada bersama, maka kerinduan itu tidak bisa hilang.
Bi Ristha :
Sebuah kerinduan karena kita bisa bersama dan sekaligus terus belajar untuk kreatif mencari jalan kebaikan dalam sabar dan ikhlas.
(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

