Saturday, March 28, 2026

Pereslisihan Sebagai Pendewasaan





Pengarang : Hanif Ahmad


Anah Lajnah: 

Abah mau nanya nih, Kenapa mesti ada perselisihan di dunia ini ?


Abah Nata: 

Klo hikmahnya sih banyak sekali, tapi inti dari perselisihan itu, agar ada orang atau sebagian orang yang memperlihatkan kebenaran, ada nasehat, saling memaafkan, akan lahir keadilan, akan ada yang jujur, akan ada teladan perjuangan. Dan bisa jadi bagaimana Allah Ta'ala sedang memberi ujian pembelajaran kedewasaan.😊


Anah Lajnah : 

Tapi bagaimana klo dari perselisihan itu timbul kehancuran, hilangnya nyawa, kerusakan, peperangan dan kezaliman ?


Abah Nata : 

Itu menjadi tanda bahwa perselisihan seperti ini  seibarat azab. Bukan lagi ujian atau pembelajaran kedewasaan, karena intisari kebenaran itu terwujudnya perdamaian dan kemajuan serta kemenangan, bukan hanya dirinya, golongannya tetapi seluruh umat manusia bahkan seluruh alam.*


(Cerita Mang Nata untuk Perpusnas RI)

Monday, January 19, 2026

Cinta Yang Menggantikan Takut



#HanifAhmad


Abah Nata :

Dalam setiap pilihan cinta yang benar, maka akan ada kamampuan mengikis segala jenis kebencian dan ketakutan.


Anah Lajnah :

Kalau misalkan kita itu takut sama Allah Ta'ala, bagaimana abah ?


Abah nata :

Kalau kita benar-benar cinta, dengan sendirinya akan menghilangkan rasa takut Anah. Rasa takut itu tidak mau untuk bersama, gak mau dekat, yang menakutkan itu lebih baik tidak ada, seperti itu bawaan keadaan hati manusia. Rasa takut juga yang akan berdampak trauma dan stress.


Anah Lajnah :

Tapi sepertinya kata takut kepada Allah itu dalam makna yang positif, agar timbul kehatihatian Abah.


Abah Nata :

Boleh Anah, tetapi sebaiknya kata takut itu tidak digunakan, karena bisa jadi akan mematikan kreatifitas dan sangat sulit untuk percaya diri. Mau apa-apa takut, sebentar-sebentar takut, iya kan...? iya dong....? xixixi.


Anah Lajnah :

Kalau seseorang tidak ada rasa takut, nanti malah sombong Abah.


Abah Nata :

Setiap perasaan yang Allah Ta'ala berikan kepada kita, adalah agar kita mampu mengelolanya menjadi segala sumber kebaikan sesuai akal dan budi pekerti. Orang takut hujan kemudian bawa payung, seperti demikianlah akal budi yang wajar terjadi. Penggunakan kata takut dalam hal ini sangat tepat Anah.


Anah Lajnah :

Jadi kalau takut sama Allah Ta'ala boleh dong Abah ? Agar kita waspada dan hati-hati dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya.


Abah Nata :

Bagaimana kalau kalimatnya bukan menggunakan kata takut, tapi dengan kata cinta, coba bisa gak Anah !!


Anah Lajnah :

Diganti dengan kata cinta ?


Abah nata :

Iya coba bisa ngak ?


Anah Lajnah :

Dengan cinta kepada Allah Ta'ala kita berupaya untuk melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.


Abah nata :

Nah...!! bisa kan ?


Anah Lajnah :

Iya yah Abah... !!! xixixi


Abah Nata :

Jika perasaan cinta itu benar, maka akan tumbuh keberanian bukan ketakutan untuk berupaya menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sehingga dalam mejalankan tugas ibadah kepada Allah Ta'ala ada semangat keberanian untuk berjuang dan berkorban dalam cinta perdamaian.


(Cerita Mang Nata, Karya Buku Untuk Indonesia) 

Friday, October 10, 2025

Menyenangkan Berlama Lama

 



Mang Nata :

Kebaikan itu sangatlah merindukan, karena disana ada keakraban, ada energi positif, saling memaklumi kekurangan. Pada akhirnya sangat menyenangkan berlama lama.


Bi Ristha :

Kalau sudah saling mengenal sepertinya bisa begitu ya Mang Nata. Artinya bisa memaklumi kekurangan, dimana sudah kepastian bahwa setiap orang itu disamping ada kelebihan tapi pasti ada kekurangannya. 


Mang Nata :

Iya bisa begitu juga Bi, ini adalah sebuah faedah dari kemampuan membaca sebuah kekurangan. Baik kekurangan diri sendiri atau pun kekurangan orang lain. 


Bi Ristha :

Kemampuan membaca kekurangan diri sendiri akan berdampak kepada pemahaman yang bijak kepada kekurangan orang lain. 


Mang Nata :

Setuju Bibi, jadi seperti itulah kita akan terus belajar setiap waktu, bukan hanya mengoreksi kekurangan orang lain. Tetapi terlebih dahulu mengoreksi kekurangan diri sendiri. 


Bi Ristha :

Siap Mang Nata insyaa Allah kita akan selalu berlama lama dalam hubungan kebaikan. Karena itu sangat dirindukan. Seperti kue rindu tiramisu ya Mang Nata. 


Mang Nata :

Bisa aja Bibimah, ya seperti anak anak, walau kadang kita dibuat sedih jika ada nasehat yang diabaikan. Tetapi saat mereka ada bersama, maka kerinduan itu tidak bisa hilang. 


Bi Ristha :

Sebuah kerinduan karena kita bisa bersama dan sekaligus terus belajar untuk kreatif mencari jalan kebaikan dalam sabar dan ikhlas. 


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

Wednesday, October 8, 2025

Meraih Tiga Kebahagiaan

 



Bi Ristha :

Apakah tiga kebahagiaan yang akan diuraikan Mang Nata itu, kebahagiaan duniawi dan kebahagiaan sorgawi, tapi satu lagi kebahagiaan apa yah ?


Mang Nata :

Bukan Bi


Bi Ristha :

Kebahagiaan apa atuh ?


Mang Nata :

Ada tiga kebahagiaan yang bisa diraih oleh manusia. Yang pertama kebahagiaan karena manusia mendapatkan limpahan sumber-sumber kebahagiaan. Seperti limpahan harta, kecantikan, ketampanan dan lain sebagainya.


Bi Ristha :

Kalau yang kedua apa Mang Nata ?


Mang Nata :

Kebahagiaan yang kedua adalah bersumber dari kemampuan mengendalikan dari segala kemauan. Pengendalian seperti ini berhasil membuat hati dan harapannya tidak tersiksa oleh banyak kemauan, yaitu karena sudah merasa cukup apa adanya.


Bi Rista :

Cukup ada mobil, cukup bisa shoping ya Mang Nata xixixi, kalau yang ketiga apa ?


Mang Nata :

Kebahagiaan yang ketiga adalah hampir pasti ia tidak banyak mendapatkan sumber-sumber kebahagiaan dalam hidupnya, seperti harta materi. Tetapi ia memiliki kemampuan menciptakan banyak solusi. Selalu pandai menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ia hadapi. Bahkan dari waktu kewaktu samakin terlatih menghadapi berbagai tantangan, sehingga tampak semakin mapan dalam sikap dan mentalnya.


Bi Ristha :

Dari ketiga jenis kebahagiaan tersebut, mana sebaiknya yang kita pilih Mang Nata ?


Mang Nata :

Ketiga-tiganya boleh menjadi pilihan Bibi.


Bi Ristha :

Baiklah Mang Nata good ide.


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia) 

Saturday, August 16, 2025

Maknai Kejujuran Mengisi Kemerdekaan



Maknai Kejujuran Mengisi Kemerdekaan


Penulis : Hanif Ahmad


Anah Lajnah :

Maknai kejujuran teh apa maksudnya, Abah Nata ?


Abah Nata :

Bagaimana kemerdekaan itu ada artinya, kalau amanah para pahlawan yang sudah berjuang membela negara ini. Tidak bisa diteruskan dengan perjuangan mengisi kemerdekaan itu, dengan berbagai karya anak bangsa sesuai dengan talentanya.


Anah Lajnah :

Terus kejujuran itu, maksudnya apa Abah ? 


Abah Nata:

Nama lain dari anak bangsa yang amanah adalah mereka yang jujur. 


Anah Lajnah :

Aduuhhhh....!, kejujuran itu mudah diucapkan, tapi sulit diamalkan Abah !


Abah Nata :

Kamu benar Anah, tapi para pahlawan itu sudah berjuang. Jadi betapa kita tak tau diri, kalau belum apa-apa sudah bilang sulit. 


Anah Lajnah :

Iya Abah 


Abah Nata :

Berupayalah...!!!, bisa menyelesaikan masalah kejujuran dengan dirinya sendiri terlebih dahulu. Untuk kuat dalam komitmen, kuat dalam kebaikan, kuat dalam amanah, kuat dalam karya nyata. Maka mudah-mudahan kemajuan akan kita sambut dengan gegap gempita.


Anah Lajnah :

Semoga atuh Abah !, semuanya itu bisa terwujud untuk bangsa dan negara yang kita cintai di bumi pertiwi ini, aamiin.

(Cerita Mang Nata Hari Kemerdekaan)

Sunday, August 10, 2025

Aku Cinta Kepadamu

 


Setiap rasa yang kita miliki adalah pembelajaran untuk mengelolanya.

Mengapa ada rasa cinta,

apakah karena ia cantik, apakah karena ia ganteng.

Apakah karena ia baik, apakah karena kita sering bertemu.

Mengapa ada rasa senang apabila ia hadir.

Mengapa ada rasa rindu jika ia tidak ada.

Mengapa ada rasa cemburu ketika ia bahagia dengan yang lain.

Ternyata rasa cinta memusatkan segala perhatian untuknya.

Ternyata rasa cinta membuatku bisa melakukan yang tak pernah kulakukan.

Rasa cinta membuatku ada rasa gembira, takut, kecewa.

Rasa cinta adalah sebuah jalan untuk bersatunya hati.

Tidak mudah untuk menyatukan hati ini.

Karena aku harus berani mengatakannya.

Ternyata menjaga cinta perlu pengorbanan.

Dari cinta itu perlu kesetiaan.

Dari cinta itu perlu komitmen.

Berjuanglah dengan rasa cinta itu.

Berkaryalah dengan rasa cinta itu.

Setialah dengan rasa cinta itu

Cinta bukan sekedar mengatakannya.

Cinta harus dibantu dengan dengan saling pengertian.

Cinta harus dibantu dengan saling perhatian.

Karena cinta itu anugrah agar kita tetap bersama. 

(Cerita Mang Nata untuk Kamu, iya Kamu 😁😁😁)

Thursday, July 3, 2025

Satu Tahun Satu Buku

 Satu Tahun Satu Buku




#RphaAward2025


https://youtube.com/shorts/2Nm017lsEmM?si=EuY5DMEnjvryPiYp


Bi Ristha :

Mang Nata kenapa harus satu tahun satu buku? 


Mang Nata :

Tidak harus sih Bi, tapi Mang Nata ingin menjadi komitmen terhadap diri sendiri, agar bisa terwujud  menerbitkan minimal satu tahun satu buku. 


Bi Ristha :

Oh begitu ya ! 


Mang Nata :

Sesuatu itu kan kalau selalu dituliskan, selalu diucapkan, mudah mudahan ada yang mengAAMIINkan Bi, didengar oleh alam semesta dan diqobul oleh Pemilik Alam Semesta. 


Bi Ristha :

Jadi bukan kesombongan atau pamer ya Mang Nata? 


Mang Nata :

Niatnya bukan seperti itu Bi, tapi Mang Nata yakin para pemirsa itu pada baik hati kok. Tidak ada yang beranggapan seperti itu. Yakin aja Mang Nata mah Bibi. 


Bi Ristha :

Baiklah Mang Nata, jadi kalau sampai sekarang itu, sudah berapa buku yang diterbitkan? 


Mang Nata :

Kalau tabungan tulisannya cukup untuk 10 buku lagi Bibi. Dan yang sudah diterbitkan sampai tahun 2024 itu 6 buku. Insyaa Allah tahun ini 2025 akan terbit buku ke 7. Dan pemenang RPHA Award 2024 sudah ada juga, untuk menjadi profil atau cover bukunya. 


Bi Ristha :

Oh iya itu mah Bibi oge sudah tahu. Yang selalu diumumkan setiap malam tahun baru ya Mang Nata? 


Mang Nata :

Benar Bibi. 


Bi Ristha :

Kalau untuk tahun 2025 ini, masih ada ngak Mang Nata ? 


Mang Nata :

Insyaa Allah Bi, masih tetap ada. 


Bi Ristha :

Masih ada hadiahnya kan Mang Nata, satu loyang kue pilihan ya, untuk satu pemenang ? 


Mang Nata :

Insyaa Allah Bi, akan selalu Ada karena kebaikan para pemirsa Bi itu. 💖


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

Monday, June 30, 2025

Tujuh Kesempurnaan Cinta

 



Bi Ristha :

Mang Nata, kenapa cinta pertama itu harus kepada Allah Ta'ala ?


Mang Nata :

Energi sebuah cinta adalah betapa kita itu sanggup melakukan apapun, gunung akan di daki, lautan akan disebrangi. Cinta itu sebuah semangat pengorbanan perjuangan Bi, jadi tidak ada pilihan lain bahwa cinta pertama itu hanya untuk Allah Ta'ala. Dia yang menciptakan kita. Dia paling indah dari segala sesuatu. Dia paling segalanya dalam segala hal. Bahkan tanpa Dia kita tidak akan pernah ada.


Bi Ristha :

Kalau cinta kedua untuk siapa Mang Nata ?


Mang Nata :

Cinta kedua yang harus kita wujudkan adalah cinta kita kepada orang tua kita. Setelah Allah Ta'ala, orang tua adalah perantara kehadiran kita ke alam dunia ini. Tanpa mereka berdua mana bisa seseorang tiba-tiba ada hidup bergerak gerak di dunia ini 😉


Bi Ristha :

Kalau cinta ketiga untuk siapa Mang Nata ? 


Mang Nata :

Cinta ke tiga adalah tentunya untuk diri sendiri Bi. Allah Ta'ala sudah begitu sempurna menciptakan diri kita sebagai makhluk pilihan untuk mengemban amanat ibadah sebagai tujuan hidup manusia diciptakan. Lihatlah diri sendiri Bi, dengan berbagai potensi kemuliaan yang bisa kita wujudkan. 


Bi Ristha :

Kalau cinta ke empat untuk siapa Mang Nata ?


Mang Nata :

Cinta ke empat adalah untuk sesuatu yang menjadi tempat kita hidup Bi, dengan berbagai kelengakapan sarana prasarananya, mulai dari pakaian, rumah,  lingkungan, jalan jalan, keindahan alam semesta dengan segala isinya. Udara, angin, air,  cahaya, kegelapan, bulan dan semuanya.


Bi riatha :

Kalau cinta ke lima untuk siapa Mang Nata ?


Mang Nata :

Cinta kelima adalah untuk orang terdekat diantara kita Bi, mulai dari suami atau istri, anak anak, kaum kerabat, tetangga,  sahabat. Karena bagimana peran mereka adalah untuk menyempurnakan nilai nilai ibadah yang harus menjadi semangat yang tak boleh pudar.


Bi Ristha :

Kalau cinta ke enam untuk siapa Mang Nata ?


Mang Nata :

Cinta ke enam adalah untuk para pemimpin kebaikan Bi. Karena dari anugrah upaya guru keteladanan, pemikiran, ide, gagasan atau gerakan gerakan motivasi,  inovasi mereka. Kita semua sebagai umat manusia memilki kekuatan persatuan untuk membangun potensi yang sangat besar dalam memberi manfaat secara keseluruhan. Kita kenal pemimpin dalam kerohanian (para nabi Allah), pemimpin bangsa bangsa, sampai kepada pemimpin yang terdekat diantara kita Bi


Bi Ristha :

Kalau cinta ke tujuh untuk siapa Mang Nata.........?


Mang Nata :

Cinta ketujuh adalah untuk kehidupan kekal abadi di kemudian hari Bi, jika kita tak memiliki kecintaan akan ada kehidupan setelah mati. Maka tidak ada motivasi diri untuk membawa bekal terbaik saat kita pulang nanti.


Bi Ristha :

Ya Allah,  Mang Nata super sekali, jazakumullah sudah memberi pencerahan untuk Bibi.


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia) 

Friday, May 9, 2025

Kesabaran Untuk Kegembiraan



KESABARAN UNTUK KEGEMBIRAAN


Pengarang : Hanif Ahmad


Anah Lajnah :

Abah Nata kalau kesabaran itu ada batasnya ngak sih ? Atau dengan kesabaran itu kita akan mencapai apa ? 


Abah Nata :

Suksesnya sebuah kesabaran adalah kegembiraan Anah.


Anah Lajnah :

Kedengarannya enak sekali, dengan sabar bisa gembira. Bagaimana caranya Abah ? 


Abah Nata :

Iya Anah, kita harus menyiasati bagaimana kesabaran itu hasilnya menjadi kegembiraan. 😉


Anah Lajnah :

Kalau misalnya dalam kesabaran itu, ada perjuangan dan pengorbanan. Apakah itu cikal bakal sebuah kegembiraan Abah ? 


Abah Nata :

Kesabaran yang akan menuju kegembiraan itu sudah otomatis adanya perjuangan dan pengorbanan, yang semangatnya adalah keikhlasan.


Anah Lajnah :

Apakah dalam kesabaran itu, ada semacam penderitaan ngak Abah ?


Abah Nata :

Kesabaran yang benar itu ada sebuah tanda bahwa Allah Ta'ala ada bersamanya. Kesabaran yang benar itu jika ia menampilkan adanya kedekatan dengan Allah Ta'ala.


Anah Lajnah :

Apakah penderitaan itu sebuah proses kesabaran menuju kegembiraan ? 


Abah Nata :

Kesabaran yang benar itu dengan sendirinya menjadi contoh keteladanan. Kesabaran yang benar itu, menjadi pencerah banyak orang Anah.


Anah Lajnah :

Kalau misalnya dengan kesabaran itu terlihat ada penderitaan, bagaimana Abah ? 


Abah Nata :

Keridhoan Allah Ta'ala adakalanya bukan hal yang kita inginkan. Tetapi berupa ujian adanya penderitaan. Dengan tujuan kwalitas keikhlasannya supaya semakin maju. Sehingga kesabaran itu sepertinya penderitaan.Tetapi di sikapi dengan keikhlasan tanpa keluhan sedikit pun. 😉


Anah lajnah :

Siap Abah !!!


Abah Nata :

Susah dan senang adalah sebuah keadaan bahwa semua orang harus mengalaminya. Jadi kita harus bisa menyiasati bagaimana dengan susah dan senang itu, menjadi sumber keridhoan Allah Ta'ala. Atau bahkan kita tempuh semua keadaan baik senang atau pun susah itu dengan kesabaran yang benar. Yaitu sebuah kesabaran dengan adanya kedekatan kepada Allah Ta'ala. Sebagaimana janji-Nya...... *"Allah Ta'ala itu bersama orang yang sabar......."* Sehingga jika Allah Ta'ala bersama orang yang sabar. Ini adalah sebuah kegembiraan Anah, insya Allah Ta'ala.*

Friday, April 11, 2025

Mengapa Tujuan Itu Bukan untuk Kebahagiaan atau Kepuasan



Mengapa Kepuasan atau Kebahagiaan itu Bukan Tujuan


Anah Lajnah :

Iya Abah Nata, mengapa kepuasan atau kebahagiaan itu, bukan tujuan ? 


Abah Nata :

Karena tujuan itu sudah ditetapkan oleh Sang Maha Pencipta, yaitu untuk ibadah meraih keridhoan. 


Anah Lajnah :

Kalau menurut Abah, apakah makna ibadah disini itu sebuah perjuangan dan pengorbanan ? 


Abah Nata :

Banar Anah, karena ibadah itu memiliki katagori yang harus kita penuhi, ibadah ritual kepada Allah, ibadah menafkahi keluarga, ibadah kepada sesama, ibadah memelihara lingkungan alam semesta, ibadah cinta kepada negara dan lain sebagainya. 


Anah Lajnah :

Apakah kalau kita ingin melakukan ibadah itu menunggu berhasil dulu atau menunggu saat kita sudah sukses? 


Abah Nata :

Allah Ta'ala sudah melengkapi manusia dengan segala kemampuan agar ibadah tersebut bisa dilaksanakan. Seperti diberikan akal/kecerdasan/kepintaran, diberikan kesehatan, diberikan titipan harta, diberikan umur yang panjang dan lain sebagainya. Lakukanlah ibadah itu sesaui dengan kemampuan yang maksimal, maka disinilah letaknya perjuangan dan pengornanan yang menjadi semangatnya. 


Anah Lajnah :

Apakah ibadah dengan semangat perjuangan atau pengorbanan itu sebuah penderitaan Abah? 


Abah Nata :

Seharusnya ibadah dengan semangat perjuangan atau pengorbanan itu, bukan sebuah penderitaan. Jika dilandasi oleh cinta dan kasih sayang. Sehingga tumbuh dalam dirinya sebuah sikap mental yang menjadi pencerah kehidupan. Seperti telah lahir di dunia ini para pahlawan, pengabdi kemanusiaan.


Anah Lajnah :

Bagimana Abah kalau semangat perjuangan atau pengorbanan itu dilandasi oleh dendam, kebencian, sakit hati, buruk sangka? 


Abah Nata :

Demikianlah Anah bahwa kita akan menyaksikan mana perjuangan atau pengorbanan itu yang menjadi sumber kebahagian atau mana perjuangan yang menjadi sumber penderitaan. Karena ada saatnya ketika kita melawati waktu yang panjang, ohhh inilah perjuangan yang indah karena dari perjuangan itu menjadi cahaya pencerah dimulai dari dirinya sendiri.

(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

Wednesday, January 29, 2025

Manusia Dirancang untuk Berjuang dalam Hidupnya

 



Manusia Dirancang untuk Berjuang dalam Hidupnya


Pengarang : Hanif Ahmad


Abah Nata :

Sebagaimana tujuan manusia hadir ke dunia ini untuk tujuan ibadah, dalam makna untuk berjuang atau berkorban. Maka secara alami segala keadaan akan mendukung hal tersebut. Seorang ayah yang mencari nafkah untuk keluarga mereka, seorang ibu yang memelihara dan membesarkan anak-anak mereka. Maka didalamnya tidak boleh tidak akan ada semangat perjuangan dan pengorbanan. 


Anah Lajnah :

Abah Nata, apakah perjuangan dan pengorbanan itu termasuk kepada orang kaya dan pintar ?


Abah Nata :

Tugas ibadah itu tidak memilah-milah Anah, semua manusia dengan sendirinya akan berjuang, walau bisa saja dengan kadar yang berbeda beda.


Anah Lajnah :

Kenapa begitu Abah, apa yang bisa diperjuangkan oleh orang kaya atau orang pintar tersebut ? 


Abah Nata :

Dalam kerangka ibadah, maka baik kekayaan atau kepintaran adalah amanat yang harus diselaraskan yang sebesarnya untuk manfaat manusia keseluruhan. Ibadah dalam bentuk ritual merupakan pondasi untuk memaksimalkan segala kemampuan untuk manfaat keseluruhan. Jadi dalam hal ini wahana atau kreativitas perjuangan atau pengorbanan akan terbentang sangat luas.


Anah Lajnah :

Apakah ada manusia yang sudah memberi contoh atau teladan seperti itu Abah? 


Abah Nata :

Banyak sekali Anah, karena dunia sudah sedemikian maju karena ada manusia manusia pilihan yang sudah mampu membangun pengorbanan dan perjuangan tersebut. Orang yang sakit mereka berjuang untuk menyembuhkan penyakitnya. Orang yang sudah tua pun, ia berjuang dalam kesendirian dan kesepian, mereka berjuang dalam diamnya.


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

Sunday, January 26, 2025

Kenapa Harus Kiamat

 KENAPA HARUS KIAMAT




Anah Lajnah :

Abah Nata, kenapa Allah itu menciptakan dunia ini, kemudian menghancurkanya dengan adanya hari kiamat ?


Abah Nata :

Tidak demikian Anah, karena semua itu sudah ada dalam rencana Allah Ta'ala. Yang pasti Allah Maha Hidup yang selalu memberi petunjuk baik yang tersurat atau tersirat.


Anah Lajnah :

Gemana maksudnya Abah, masih belum faham aahhh.


Abah Nata :

Bumi tempat kita hidup adalah hanya sebagian tempat kecil dari tatanan alam semesta. Bisa jadi hanya satu titik saja, jadi betapa manusia itu kecil sama sekali kan seperti itu.


Anah Lajnah :

Iya Abah.


Abah Nata :

Kamu tahu ngak Anah, kenapa gunung itu harus meletus yang diawali oleh gempa terlebih dahulu ?


Anah Lajnah :

Eehhhh apa yah, ngak tahu aahhhh.....!


Abah Nata :

Dibalik getaran gempa dan hancurnya gunung adalah sebagian dari tatanan bumi untuk menjaga keseimbangan dan keseburan tanah. Karena kalau tidak terjadi gemba betapa bumi ini akan kaku dalam peradarannya. Pada dasarnya gempa bumi itu terjadi setiap waktu atau bahkan setiap detik, cuma sebagian banyak memang tidak terasa.


Anah Lajnah :

Oohhh begitu ya Abah, jadi gempa itu terjadi setiap detik.


Abah Nata :

Jadi demikian juga dengan bumi kita, jika suatu ketika terjadi kehancuran seperti kiamat misalnya. Itu bagian dari menjaga keseimbangan tatanan alam semesta yang luasnya tak terbatas, mungkin hikmahnya seperti itu Anah wallahu alam.


Anah Lajnah :

Apa yang bisa diambil pelajarannya ya Abah dari keadaan ini ?


Abah Nata :

Tugas kita adalah untuk beribadah Anah, menyanjung Allah Ta'ala. Kita pelihara saja alam semesta ini, seperti sifat Allah Sang Pemelihara. Ciptakan perdamaian, karena  kehancuran bumi ini berawal dari sifat manusia yang tidak mau damai dan selalu berbuat kerusuhan, memanas manasi seperti api, menghujat, caki maki, dendam kesumat, iri dengki, itu bagian dari sifat api. Demikianlah awal mula kehancuran itu, kehancuran sifat dan akhlak pada mulanya, kemudian kehancuran fisik bumi alam raya ini.


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

Sunday, January 19, 2025

Untuk Siapa Kebaikan Itu

 


Bi ristha :

Mang nata kebaikan itu untuk diri sendiri, untuk keluarga atau untuk orang lain ?


Mang nata :

Kalau untuk diri sendiri itu namanya egois, he he  he. Kalau untuk keluarga  itu namanya nepotisme.


Bi ristha :

Jadi untuk orang lain yah mang nata ? 


Mang nata :

Kalau untuk orang lain namanya pencitraan alias pamer.


Bi ristha :

Jadi,  kebaikan itu, untuk siapa dong mang nata ? 


Mang nata :

Jadi setiap kebaikan itu alamatkanlah hanya untuk keridhoan Allah Ta'ala bi, agar kita terbebas dari ingin adanya balas budi,  pujian dan lain sebagainya. Kalau niat kita dalam setiap kebaikan adalah untuk ibadah. Maka semua itu hanya untuk keridhoan Allah Ta'ala semata.


(Cerita Mang Nata)