Wednesday, January 29, 2025

Manusia Dirancang untuk Berjuang dalam Hidupnya

 



Manusia Dirancang untuk Berjuang dalam Hidupnya


Pengarang : Hanif Ahmad


Abah Nata :

Sebagaimana tujuan manusia hadir ke dunia ini untuk tujuan ibadah, dalam makna untuk berjuang atau berkorban. Maka secara alami segala keadaan akan mendukung hal tersebut. Seorang ayah yang mencari nafkah untuk keluarga mereka, seorang ibu yang memelihara dan membesarkan anak-anak mereka. Maka didalamnya tidak boleh tidak akan ada semangat perjuangan dan pengorbanan. 


Anah Lajnah :

Abah Nata, apakah perjuangan dan pengorbanan itu termasuk kepada orang kaya dan pintar ?


Abah Nata :

Tugas ibadah itu tidak memilah-milah Anah, semua manusia dengan sendirinya akan berjuang, walau bisa saja dengan kadar yang berbeda beda.


Anah Lajnah :

Kenapa begitu Abah, apa yang bisa diperjuangkan oleh orang kaya atau orang pintar tersebut ? 


Abah Nata :

Dalam kerangka ibadah, maka baik kekayaan atau kepintaran adalah amanat yang harus diselaraskan yang sebesarnya untuk manfaat manusia keseluruhan. Ibadah dalam bentuk ritual merupakan pondasi untuk memaksimalkan segala kemampuan untuk manfaat keseluruhan. Jadi dalam hal ini wahana atau kreativitas perjuangan atau pengorbanan akan terbentang sangat luas.


Anah Lajnah :

Apakah ada manusia yang sudah memberi contoh atau teladan seperti itu Abah? 


Abah Nata :

Banyak sekali Anah, karena dunia sudah sedemikian maju karena ada manusia manusia pilihan yang sudah mampu membangun pengorbanan dan perjuangan tersebut. Orang yang sakit mereka berjuang untuk menyembuhkan penyakitnya. Orang yang sudah tua pun, ia berjuang dalam kesendirian dan kesepian, mereka berjuang dalam diamnya.


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

Sunday, January 26, 2025

Kenapa Harus Kiamat

 KENAPA HARUS KIAMAT




Anah Lajnah :

Abah Nata, kenapa Allah itu menciptakan dunia ini, kemudian menghancurkanya dengan adanya hari kiamat ?


Abah Nata :

Tidak demikian Anah, karena semua itu sudah ada dalam rencana Allah Ta'ala. Yang pasti Allah Maha Hidup yang selalu memberi petunjuk baik yang tersurat atau tersirat.


Anah Lajnah :

Gemana maksudnya Abah, masih belum faham aahhh.


Abah Nata :

Bumi tempat kita hidup adalah hanya sebagian tempat kecil dari tatanan alam semesta. Bisa jadi hanya satu titik saja, jadi betapa manusia itu kecil sama sekali kan seperti itu.


Anah Lajnah :

Iya Abah.


Abah Nata :

Kamu tahu ngak Anah, kenapa gunung itu harus meletus yang diawali oleh gempa terlebih dahulu ?


Anah Lajnah :

Eehhhh apa yah, ngak tahu aahhhh.....!


Abah Nata :

Dibalik getaran gempa dan hancurnya gunung adalah sebagian dari tatanan bumi untuk menjaga keseimbangan dan keseburan tanah. Karena kalau tidak terjadi gemba betapa bumi ini akan kaku dalam peradarannya. Pada dasarnya gempa bumi itu terjadi setiap waktu atau bahkan setiap detik, cuma sebagian banyak memang tidak terasa.


Anah Lajnah :

Oohhh begitu ya Abah, jadi gempa itu terjadi setiap detik.


Abah Nata :

Jadi demikian juga dengan bumi kita, jika suatu ketika terjadi kehancuran seperti kiamat misalnya. Itu bagian dari menjaga keseimbangan tatanan alam semesta yang luasnya tak terbatas, mungkin hikmahnya seperti itu Anah wallahu alam.


Anah Lajnah :

Apa yang bisa diambil pelajarannya ya Abah dari keadaan ini ?


Abah Nata :

Tugas kita adalah untuk beribadah Anah, menyanjung Allah Ta'ala. Kita pelihara saja alam semesta ini, seperti sifat Allah Sang Pemelihara. Ciptakan perdamaian, karena  kehancuran bumi ini berawal dari sifat manusia yang tidak mau damai dan selalu berbuat kerusuhan, memanas manasi seperti api, menghujat, caki maki, dendam kesumat, iri dengki, itu bagian dari sifat api. Demikianlah awal mula kehancuran itu, kehancuran sifat dan akhlak pada mulanya, kemudian kehancuran fisik bumi alam raya ini.


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

Sunday, January 19, 2025

Untuk Siapa Kebaikan Itu

 


Bi ristha :

Mang nata kebaikan itu untuk diri sendiri, untuk keluarga atau untuk orang lain ?


Mang nata :

Kalau untuk diri sendiri itu namanya egois, he he  he. Kalau untuk keluarga  itu namanya nepotisme.


Bi ristha :

Jadi untuk orang lain yah mang nata ? 


Mang nata :

Kalau untuk orang lain namanya pencitraan alias pamer.


Bi ristha :

Jadi,  kebaikan itu, untuk siapa dong mang nata ? 


Mang nata :

Jadi setiap kebaikan itu alamatkanlah hanya untuk keridhoan Allah Ta'ala bi, agar kita terbebas dari ingin adanya balas budi,  pujian dan lain sebagainya. Kalau niat kita dalam setiap kebaikan adalah untuk ibadah. Maka semua itu hanya untuk keridhoan Allah Ta'ala semata.


(Cerita Mang Nata)

Friday, January 17, 2025

Konflik Sebagai Pembelajaran

 


#RphaAward2025


Anah Lajnah : 

Abah Nata bagaimana caranya kalau kita ingin terhindar dari sebuah konflik.


Abah Nata :

Adanya sebuah konflik diperlukan sebagai proses menuju kedewasaan Anah. 


Anah Lajnah : 

Kalau begitu konflik tersebut akan selalu ada dong Abah ?


Abah Nata :

Tentu konflik tersebut akan hilang jika semua orang sudah mencapai level kedewasaan yang baik. 


Anah Lajnah :

Apa alasannya Abah, kalau konflik itu bisa menuju kedewasaan ? 


Abah Nata :

Sebenarnya konflik itu dimulai dari keadaan individu yang belum selesai dengan masalahnya sendiri. Karena jika setiap orang sudah selesai atau sudah bisa mengendalikan masalahnya sendiri. Maka semangat perdamainlah yang akan ia perjuangkan dengan lingkungannya. Sehingga akan terlatih memunculkan solusi perdamaian. Tidak mungkin ia akan menyimpan dendam, marah, rasa kecewa, iri hati, keluh kesah, yang mana hal tersebut akan menyiksa dirinya sendiri. 


Anah Lajnah :

Namun Abah kenapa ada juga konflik itu tidak pernah selesai ?


Abah Nata :

Yaitu tadi konflik individu dengan dirinya sendiri belum selesai. Ia terjerat  masalahnya sendiri, bahkan tidak ada nilai pencerahan untuk dirinya sendiri.


Anah Lajnah :

Terus dimana letaknya kalau konflik itu sebagai pembelajaran kedewasaanya Abah? 


Abah Nata :

Ya kita harus mulai belajar menyelesaikan konflik dalam bathin sendiri. Yang artinya harus terus berlatih mengendalikan rasa marah, iri hati, dendam, keluh kesah. Digantikan dengan semangat juang dalam cinta damai untuk diri sendiri, kemudian untuk lingkungan yang terdekat diantara kita. Harus berani mendamaikan diri sendiri terlebih dahulu. Sehingga dari pribadi pribadi seperti itulah kemajuan dalam bidang apapun akan semakin mudah terwujud. Akan semakin sedikit konflik yang bisa terjadi. 


Anah Lajnah :

Tapi Abah kalau tidak ada konflik berarti tidak ada pembelajaran kedewasaan dong kalau begitu? 


Abah Nata :

Xixixixi... Tidak demikian Anah untuk tahapan berikutnya. Karena cinta damai yang kita perjuangkan bukanlah perkara yang enteng. Setelah konflik selesai maka potensi manusia harus terus maju menuju kedewasaan sikap mental bahtin rohani yang semakin mumpuni. 


Anah Lajnah :

Baiklah Abah, terimakasih untuk obrolan hari ini. Semoga kita senantiasa ada dalam keberkahan cinta damai untuk kemajuan bersama.


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

Thursday, January 16, 2025

Kebaikan Semurni Emas





Anah Lajnah :

Abah Nata kalau puncak dari kebaikan itu apa yah dan apa yang akan kita dapatkan ? 


Abah Nata :

Eeemmmm selayaknya kita tak boleh mengharapkan imbalan Anah. Berbuat baiklah secara alami dengan kesabaran karena akan ada rintangan, dengan semangat karena akan ada perjuangan, dengan keikhlasan karena akan ada pengorbaban.


Anah Lajnah :

Agar kebaikan itu mapan stabil, bagaimana caranya Abah, tidak terganggu saat sedih, tidak terganggu saat kecewa atau tidak terlena saat senang ? 


Abah Nata :

Kalau kebaikan itu sudah menjadi nikmat, maka kita tidak akan pernah mau meninggalkannya. Kebaikan itu harus semurni emas, tidak akan berubah sepanjang waktu, sekali emas ya emas, sekali kebaikan ya selamanya untuk kebaikan.


Anah Lajnah :

Harus menikmati kebaikan ? 


Abah Nata :

Ya kebaikan itu harus dinikmati dengan tidak mengharapkan imbalan salah satunya begitu Anah. Matahari yang bersinar, air yang mengalir, angin yang berhembus. Kebaikan mereka tak mengaharapkan imbalan. Sehingga mereka tetap saja memberikannya kepada manusia tanpa pandang bulu. 


(Cerita Mang Nata 370)

Tuesday, January 14, 2025

Hiburan Tahunan dari Rpha



Bi Ristha :

Mang Nata Kalau rumah pustaka hanif ahmad itu apa sih? 


Mang Nata :

Rumah Pustaka Hanif Ahmad adalah sebuah gagasan akan tersedianya buku buku koleksi karya pribadi dari pengarang Hanif Ahmad. Semacam gallery buku karya pribadi begitu. 


Bi Ristha :

Kalau tempatnya ada dimana ? 


Mang Nata :

Karya buku dari Rpha ini sudah memiliki ISBN, jadi sudah terdaptar di perpusnas RI, ada satu sample fisik yang diserahkan oleh penerbit ke Perpusnas RI. Jadi kalau mencari buku tersebut seperti itu, ada di penerbit, ada di perpusnas bahkan bisa juga mencarinya di on line toko pedia atau shopee. 


Bi Ristha :

Maksud Bibi itu tempat Rpha itu ada dimana ? 


Mang Nata :

Pastinya ada disetiap hati pemirsa yang setia memberi doa, semangat, dorongan atau tanggapan positif. 


Bi Ristha :

Ari Mang Nata sok ngak focus ya, apa yang Bibi tanyakan ?


Mang Nata :

Oh kalau tempatnya, Rpha itu tergantung sang penulis hanif ahmad ada dimana. Seperti sekarang ada di Jakarta, berarti Rpha itu ada di Jakarta. 


Bi Ristha :

Kalau yang di Cianjur itu, ada RP Hanif Ahmad, sama ngak sih Mang Nata ? 


Mang Nata :

Iya Bi, insya Allah tempat itu merupakan pemberian dari Almarhum Ayah Ahmad Sarida, yang memberikan inspirasi kepada hanif ahmad untuk bisa jadi seorang pengarang. Menurut Beliau arti hanif itu adalah seorang pengarang. Semoga tempatnya bisa segera terwujud menjadi rumah pustaka hanif ahmad secara permanen. Seiring waktu berjalan sambil menyukseskan program satu tahun satu buku untuk Perpusnas RI.


Bi Ristha :

Kalau Rpha Award itu apa Mang Nata ? 


Mang Nata :

Rpha Award merupakan hiburan ringan untuk menjalin hubungan baik dengan para permirsa yang setia memberikan tanggapan, doa, semangat, dukungan atau mengikuti surprise quiz yang di posting di sosial media. Dengan dipilihnya satu pemenang Rpha Award setiap tahunnya. 


Bi Ristha :

Oh jadi setiap tahun itu ada ajang Rpha Award ya Mang Nata. Pengumuman pemenangnya di setiap malam tahun baru, begitu ya ?


Mang Nata :

Aaaah Bibi suka benar kalau sudah tahu mah.


Bi Ristha :

Ya iya atuh Mang Nata, masa ya iya dong.😁


Mang Nata :

Sebagai hadiah bagi pemenang Rpha Award adalah berupa icip icip kue special yang dikirim langsung ke alamat pemenang. Dilibatkan dalam foto cover buku terbitan berikutnya dan mendapat satu buku gratis dari Rpha dikirim ke alamat pemenang juga. 


Bi Ristha :

Kalau Bibi bisa jadi pemenang ngak Mang Nata? 


Mang Nata :

Semua orang bisa jadi pemenang Bi.


Bi Ristha :

Sudah tahun ke berapa kalau Rpha Award itu diadakan ? 


Mang Nata :

Tahun 2025 ini merupakan tahun ke 6 Rpha Award. 


Bi Ristha :

Kalau Rpha Award itu dipungut biaya ngak Mang Nata ?


Mang Nata :

Ngak Bi, tidak dipungut biaya, alias gratis 100 %.


(Buku Cerita Mang Nata untuk PerpusnasRI)