Sunday, January 26, 2025

Kenapa Harus Kiamat

 KENAPA HARUS KIAMAT




Anah Lajnah :

Abah Nata, kenapa Allah itu menciptakan dunia ini, kemudian menghancurkanya dengan adanya hari kiamat ?


Abah Nata :

Tidak demikian Anah, karena semua itu sudah ada dalam rencana Allah Ta'ala. Yang pasti Allah Maha Hidup yang selalu memberi petunjuk baik yang tersurat atau tersirat.


Anah Lajnah :

Gemana maksudnya Abah, masih belum faham aahhh.


Abah Nata :

Bumi tempat kita hidup adalah hanya sebagian tempat kecil dari tatanan alam semesta. Bisa jadi hanya satu titik saja, jadi betapa manusia itu kecil sama sekali kan seperti itu.


Anah Lajnah :

Iya Abah.


Abah Nata :

Kamu tahu ngak Anah, kenapa gunung itu harus meletus yang diawali oleh gempa terlebih dahulu ?


Anah Lajnah :

Eehhhh apa yah, ngak tahu aahhhh.....!


Abah Nata :

Dibalik getaran gempa dan hancurnya gunung adalah sebagian dari tatanan bumi untuk menjaga keseimbangan dan keseburan tanah. Karena kalau tidak terjadi gemba betapa bumi ini akan kaku dalam peradarannya. Pada dasarnya gempa bumi itu terjadi setiap waktu atau bahkan setiap detik, cuma sebagian banyak memang tidak terasa.


Anah Lajnah :

Oohhh begitu ya Abah, jadi gempa itu terjadi setiap detik.


Abah Nata :

Jadi demikian juga dengan bumi kita, jika suatu ketika terjadi kehancuran seperti kiamat misalnya. Itu bagian dari menjaga keseimbangan tatanan alam semesta yang luasnya tak terbatas, mungkin hikmahnya seperti itu Anah wallahu alam.


Anah Lajnah :

Apa yang bisa diambil pelajarannya ya Abah dari keadaan ini ?


Abah Nata :

Tugas kita adalah untuk beribadah Anah, menyanjung Allah Ta'ala. Kita pelihara saja alam semesta ini, seperti sifat Allah Sang Pemelihara. Ciptakan perdamaian, karena  kehancuran bumi ini berawal dari sifat manusia yang tidak mau damai dan selalu berbuat kerusuhan, memanas manasi seperti api, menghujat, caki maki, dendam kesumat, iri dengki, itu bagian dari sifat api. Demikianlah awal mula kehancuran itu, kehancuran sifat dan akhlak pada mulanya, kemudian kehancuran fisik bumi alam raya ini.


(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

No comments:

Post a Comment