#RphaAward2025
Anah Lajnah :
Abah Nata bagaimana caranya kalau kita ingin terhindar dari sebuah konflik.
Abah Nata :
Adanya sebuah konflik diperlukan sebagai proses menuju kedewasaan Anah.
Anah Lajnah :
Kalau begitu konflik tersebut akan selalu ada dong Abah ?
Abah Nata :
Tentu konflik tersebut akan hilang jika semua orang sudah mencapai level kedewasaan yang baik.
Anah Lajnah :
Apa alasannya Abah, kalau konflik itu bisa menuju kedewasaan ?
Abah Nata :
Sebenarnya konflik itu dimulai dari keadaan individu yang belum selesai dengan masalahnya sendiri. Karena jika setiap orang sudah selesai atau sudah bisa mengendalikan masalahnya sendiri. Maka semangat perdamainlah yang akan ia perjuangkan dengan lingkungannya. Sehingga akan terlatih memunculkan solusi perdamaian. Tidak mungkin ia akan menyimpan dendam, marah, rasa kecewa, iri hati, keluh kesah, yang mana hal tersebut akan menyiksa dirinya sendiri.
Anah Lajnah :
Namun Abah kenapa ada juga konflik itu tidak pernah selesai ?
Abah Nata :
Yaitu tadi konflik individu dengan dirinya sendiri belum selesai. Ia terjerat masalahnya sendiri, bahkan tidak ada nilai pencerahan untuk dirinya sendiri.
Anah Lajnah :
Terus dimana letaknya kalau konflik itu sebagai pembelajaran kedewasaanya Abah?
Abah Nata :
Ya kita harus mulai belajar menyelesaikan konflik dalam bathin sendiri. Yang artinya harus terus berlatih mengendalikan rasa marah, iri hati, dendam, keluh kesah. Digantikan dengan semangat juang dalam cinta damai untuk diri sendiri, kemudian untuk lingkungan yang terdekat diantara kita. Harus berani mendamaikan diri sendiri terlebih dahulu. Sehingga dari pribadi pribadi seperti itulah kemajuan dalam bidang apapun akan semakin mudah terwujud. Akan semakin sedikit konflik yang bisa terjadi.
Anah Lajnah :
Tapi Abah kalau tidak ada konflik berarti tidak ada pembelajaran kedewasaan dong kalau begitu?
Abah Nata :
Xixixixi... Tidak demikian Anah untuk tahapan berikutnya. Karena cinta damai yang kita perjuangkan bukanlah perkara yang enteng. Setelah konflik selesai maka potensi manusia harus terus maju menuju kedewasaan sikap mental bahtin rohani yang semakin mumpuni.
Anah Lajnah :
Baiklah Abah, terimakasih untuk obrolan hari ini. Semoga kita senantiasa ada dalam keberkahan cinta damai untuk kemajuan bersama.
(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

No comments:
Post a Comment