Thursday, October 10, 2019
MENGHABISKAN JATAH KEBENCIAN
Abah nata :
Setiap kebaikan kasih sayang bisa jadi bermula dari kemampuan meghabiskan jatah keburukan dalam kebencian.
Anah lajnah :
Abah, bukankah keburukan atau kebencian itu sudah ada dalam diri setiap manusia.
Abah nata :
Benar anah, makanya abah bilang setiap kebaikan kasih sayang itu bermula dari kemampuan menhgabiskan jatah keburukan dalam kebecian.
Anah lajnah :
Sebenarnya menghabiskan, merubah atau karena mendapat hidayah dari Allah Ta'ala ?
Abah nata :
Bagi yang belum bisa habis, berarti ia harus segera menghabiskannya. Jika ia sudah bisa merubah kebencian manjadi semangat kebaikan, itu lebih baik. Dan yang paling baik karena berkat hidayah dari Allah Ta'ala.
Anah lajnah :
Apa cirinya dari ketiga keadaan tersebut abah ?
Abah nata :
Yang belum habis jatah keburukan dalam kebenciannya, ia tetap dalam kedaan itu. Bagi ia yang sudah bisa berubah kebecian menjadi kasih sayang, cirinya sudah terlihat upayanya walau pun kadang masih gagal. Ciri dari kebaikan kasih sayang berkat hidayah dari Allah Ta'ala, ia benar-benar menjalankannya secara sempurna.
Anah lajnah :
Jadi sebaiknya bagaimana abah, apakah kita meminta hidayah kepada Allah Ta'ala, untuk menciptakan kebaikan kasih sayang itu ?
Abah nata :
Sangat tepat anah, karena jika kebaikan kasih sayang itu bermula dari hidayah Allah Ta'ala, maka kenikmatan akan luar biasa. Tetapi jika kesempatan yang kita miliki adalah berjuang dan berdaya upaya agar dalam diri kita tercipta kasih sayang itu. Maka bisa jadi kenikmatan yang kita raih adalah nilai-nilai perjuangan anah.
Anah lajnah :
Jadi harus yang mana abah yang anah pilih ?
Abah nata :
Kenali saja dulu oleh anah, apakah rasa benci itu masih banyak, apakah rasa benci itu sudah mulai dilatih untuk dirubah menjadi semangat kebaikan. Atau rasa benci itu sudah benar-benar tidak ada.
Anah lajnah :
Iya abah siap 86
(cerita abah nata 217)
Klik juga di kompasiana.com/abukalfa1913
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment